BIMBINGAN TEKNIS FITUR SPMI, AKREDITASI, DAN LITABMAS UNTUK PENGUATAN TATA KELOLA PERGURUAN TINGGI

  • Post author:

Denpasar, 4 Maret 2026

Dalam rangka penguatan sistem penjaminan mutu internal serta optimalisasi tata kelola akademik dan penelitian, perguruan tinggi menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) terkait fitur Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), Akreditasi, dan Litabmas pada Rabu, 4 Maret 2026, pukul 11.00–13.00 Wita.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut implementasi kebijakan penjaminan mutu yang mengacu pada regulasi nasional, khususnya sebagaimana diatur dalam Permendikbud Nomor 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi. Melalui bimtek ini, team Badan Penjamin Mutu dan LPPM Universitas PGRI Mahadewa Indonesia diberikan pemahaman teknis mengenai pemanfaatan fitur digital dalam sistem SPMI, mekanisme pengisian dan pembaruan data akreditasi, serta pengelolaan data penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (Litabmas).

Materi pertama membahas optimalisasi fitur SPMI, mulai dari penyusunan dokumen mutu, penginputan instrumen evaluasi diri, hingga monitoring dan evaluasi (monev) berbasis sistem. Narasumber menekankan pentingnya siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan) sebagai fondasi budaya mutu di tingkat program studi dan institusi.

Sesi berikutnya difokuskan pada penguatan tata kelola akreditasi, khususnya dalam penyelarasan dokumen kinerja program studi dengan kriteria yang ditetapkan oleh BAN-PT dan LAMDIK. Peserta diberikan simulasi teknis pengisian data serta strategi evidencing dokumen agar selaras dengan indikator kinerja utama (IKU) dan standar mutu eksternal. Pada bagian Litabmas, peserta memperoleh pendampingan teknis dalam penginputan proposal, pelaporan kemajuan, laporan akhir, serta luaran penelitian dan pengabdian.

Penguatan fitur ini diharapkan dapat meningkatkan akuntabilitas dan rekam jejak tridarma perguruan tinggi secara terintegrasi dan terdokumentasi dengan baik.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Peserta menyambut positif kegiatan ini karena memberikan kejelasan teknis sekaligus meningkatkan kesiapan unit kerja dalam menghadapi proses audit mutu internal maupun eksternal.

Melalui Bimbingan Teknis ini, institusi menegaskan komitmennya dalam membangun budaya mutu berkelanjutan, meningkatkan kualitas tata kelola akademik, serta memperkuat daya saing perguruan tinggi di tingkat nasional maupun regional.